Sunday, February 24, 2008

(Sharing) Oleh-oleh dari Jogja

Sedikit sharing oleh-oleh dari Jogja.

Seperti biasa akhir minggu setiap bulannya saya pulang ke Jogja untuk menggaji karyawan sekaligus mengontrol beberapa bisnis disana. Pulang kantor jam 18.30, saya langsung menuju ke Gambir dan tepat jam 20.00 kereta Argo Lawu berangkat ke Jogja. Sampai Jogja jam 03.30, sedikit molor dari jadwal jam 02.56 (yang tertera di tiket).

Sekitar jam 07.00, saya melakukan breakfast meeting dengan team saya di Jogja, maklum anggota teamm inti adalah ortu dan saudara sendiri jadi untuk koordinasi tidak susah. Dari breakfast meeting tersebut kita membicarakan beberapa hal yang berkaitan dengan beberapa bisnis yang sedang kami jalani.

Untuk Malibu 62 Studio, kami sekarang lagi proses perekrutan pegawai baru untuk menambah tim yang sudah ada dan sekaligus mematangkan untuk acara tanggal 20 April 2008 (photo bareng artis), yang kali ini akan menghadiri Hengki Kurniawan yang baru akan meluncurkan album perdananya. Interview pegawai baru dilakukan jam 10.00, pada saat itu saya menginterview lebih dari 20 orang untuk mengisi Front Office, Design Grafis dan Photographer. Alhamdulillah kami telah menemukan figure-figur yang cocok untuk mengisi posisi-posisi tersebut, apalagi kami menerima kembali mantan karyawan yang telah mengundurkan diri setahun yang lalu untuk belajar design sehingga untuk team baru Malibu Insya Allah akan terbentuk dalam minggu ini, minus Marketing Manager yang sampai saat ini pun belum ada yang melamar padahal untuk posisi ini kami berikan fasilitas yang cukup lumayan untuk ukuran Jogja seperti Basic salary, Transport, Komunikasi, serta komisi yang cukup menarik. Yah moga-moga aja dalam waktu yang tidak terlalu lama kami bisa mendapatkan dream team sesuai yang diharapkan. Saat ini kami juga lagi mencari design interior yang bisa meng-upgrade tampilan baru studio kami agar lebih eye catching, mungkin teman-teman punya referensi dimana kami bisa mendapatkan design interior yang ok dengan harga yang terjangkau tentunya,hehehe.

Untuk apotek Alhamdulillah hasil yang didapatkan sedikit lebih baik dengan bulan kemarin, maklumlah dengan kompetisi apotek yang begitu ketat di Jogja ditambah lagi dengan makin mudahnya orang membuka apotek membuat team kami agak kewalahan dalam menghadapi persaingan yang sangat sengit, sehingga kami berpikir untuk bekerja sama dengan jaringan apotek yang sudah besar di Indonesia.

Untuk “SS” Wulandari Salon & Spa (woman only), inilah sebenarnya core bisnis saya. Kami merencanakan tahun ini bisa buka minimal 3 cabang, Insya Allah bulan mei kita bisa grand opening Cabang ketiga (saat ini progress bangunan sudah 70%) dan tiga bulan berikut bisa buka cabang berikutnya. Sekedar sharing, dari hasil salon & spa ini dalam tiga bulan ini saya bisa membayar lunas mobil operational phanter seharga 120jt (padahal saya rencananya mau kredit 3 tahun) gak taunya baru 3 bulan sudah bisa melunasinya Alhamdulillah. Soalnya ada rencana utk kredit ruko lagi utk cabang baru, jadi hutang-hutang yang kelihatannya akan mempengaruhi jumlah kredit saya lunaskan untuk mendapatkan kredit yang lebih besar,hehhe. Dan semoga aja tahun ini “SS” Wulandari mendapatkan franchisee yang pertama, mohon doanya ya teman-teman.

Saking padatnya jadwal saya di Jogja, saya sampai lupa acara TDA Joglo goes to Campus (STIE YKPN), maaf ya teman-teman TDA Joglo, Insya Allah saya akan bergabung diacara selanjutnya. Semoga rencana-rencana yang telah saya dan tim buat bisa berjalan dengan lancar,amin.


Tks
Brgds
Imansyah Sutrisno
http://wulandarispa.blogspot.com

Tuesday, February 12, 2008

Mastermind Bekasi II

Saya sangat bersyukur mempunyai teman yang satu frekwensi di Bekasi. Awalnya gara-gara dibentuknya Mastermind (MM), pertemuan pertama diadakan awal Desember lalu dan pertemuan selanjutnya awal bulan Januari. Setelah itu barulah kerasa sekali bahwa teman-teman tersebut ternyata satu frekwensi, dan rasanya kangen sekali kalau belum curhat dan ketemuan. Padahal asal tau saja karena kami sama-sama amphibi dan memiliki fasilitas internet jadi hampir setiap hari kami bisa conference untuk sekedar curhat atau pun brainstorming untuk membuka bisnis baru, dan biasanya setelah conference langsung ketemuan malamnya. Jadi kadang-kadang MMnya gak direncanakan dulu.

Bermacam-macam ide bisnis yang bisa didapat dari MM ini, terlalu banyak malahan. Ihim yang punya banyak pengalaman tentang bisnis walaupun usianya masih muda dan hanya beliaulah satu-satunya yang full TDA di MM kami. Pasangan Bu Evie dan Pak Tris yang mempunyai 5 counter HP dan resto, Pak Ariev yang mempunyai banyak bisnis seperti peternakan, penggilingan padi, bakmi, warnet dan coming soon..tahu mekrok (bingungkhan apaan, tunggu aja dech tanggal mainnya) serta Pak Irwan yang mempunyai bisnis bengkel. Bapak yang satu ini boleh dibilang tempat kita curhat, beliau sangat wise sehingga sering memberikan advise yang sangat berguna khususnya bagi saya yang sering menggebu-gebu dalam berbisnis.

Semuanya di kelompok ini, mempunyai dream untuk mendapatkhan bisnis baru atau mengembangkan bisnis yang ada dan juga mendapatkan property (hot deal), yang semuanya tanpa biaya. Artinya kita berusaha untuk mempunyai property dan bisnis tanpa uang sendiri. Lihat saja gebrakan kelompok ini kedepannya mungkin malah bisa menggungguli founder TDA, amin.

Tuesday, January 22, 2008

Harapan Indah

Kemarin setelah conference dengan teman-teman Mastermind (MM) TDA Bekasi II (Pak Irwan, Pak Arief, Mas Ihim, Bu Evie dan Bu Aci), saya jadi penasaran dengan kondisi Harapan Indah Bekasi. Soalnya dari cerita pak Arief, katanya Harapan Indah akan menjadi kota mandiri dan akan menjadi kelapa gadingnya Bekasi. Tanpa buang waktu saya ajak Pak Irwan untuk survey ke Harapan Indah sepulang kantor, padahal kami berdua belum tau jalan kesana dari Jati Bening. Alhamdulillah teman-teman MM yang bertempat tinggal disana, Pak Arief dan Bu Evie (serta suaminya Pak Tris) dengan senang hati memandu jalan kami. Setelah kontak-kontakan dengan mereka kami akhirnya janjian untuk ketemu di outlet HPnya Ibu Evie dan Pak Tris di Sentra Bisnis Harapan Indah.

Akhirnya kami berkumpul di Fitrie Celluler (moga-moga gak salah ketik nama toko ya Bu Evie), disana kami sempat berdiskusi mengenai bisnis HP. Memang pasangan suami istri ini sangat luar biasa, mau menunda kesenangan untuk berbisnis. Pak Tris dan Bu Evie mempunyai 3 outlet HP di Sentra Bisnis dan 2 Outlet HP lagi di Bekasi Cyber Park (bekas Hero), serta dalam waktu dekat akan membuka bisnis baru di bidang food and beverage di Medan berkolaborasi dengan saudaranya disana.

Setelah outlet cellulernya tutup, kami mulai diajak puter-puter keliling Harapan Indah (Harpin) sambil berdiskusi tentang kondisi bisnis di Harpin saat ini. Memang sepenglihatan saya, Harpin akan menjadi kota mandiri yang sangat prospek untuk bisnis. Disana sudah ada Alfa, Sport center, dan akan dibangun hotel bintang tiga. Serta kalau daerah ini berkembang bukan mustahil mall juga akan muncul disini soalnya masih banyak tanah kosong yang mungkin peruntukkannya untuk ruko. Dan bagi bisnis saya juga merupakan peluang bagus karena spa hanya satu disana, kalau tidak salah tempatnya di Sport Center dan jika orang ingin menikmatinya harus menjadi member dulu dengan biaya yang relatif mahal. Saya juga sempat bertanya mengenai populasi daerah ini pada Pak Arief, katanya sich rumah yang sudah dibangun di sana sudah cukup banyak mencapai ribuan unit ditambah lagi beberapa perumahan di sekitar Harapan Indah, betul-betul berprospek cerah.

Kami bahkan sempat melihat lokasinya salon Moz5, kepunyaan salah seorang founder TDA Ibu Yulia. Setelah berbincang-bincang hingga hampir jam 11 malam kami pun pamit pulang. Saya sempat susah tidur karena membayangkan prospek bisnis disana, yah saat ini memang saya sangat butuh referensi teman-teman untuk mengembangkan bisnis di Jakarta dan sekitarnya. Sebagai orang baru memang saya masih awam dengan kondisi Jakarta, beruntung saya mempunyai teman-teman di TDA khususnya MM TDA II Bekasi yang sangat mensupport saya dalam berbisnis. Setidaknya saat ini saya sudah punya satu alternatif lokasi lagi untuk "SS" Wulandari Salon and Daily Spa, semoga.

Monday, January 07, 2008

Just My Luck

Begitulah judul film drama komedi romantis yang baru saja saya tonton beberapa hari yang lalu di star movies. Mulanya saya menonton film ini karena salah satu film favorit saya adalah drama komedi romantis, jadi ketika membaca review film ini saya menjadi tertarik untuk menontonnya. Ceritanya ada dua orang yang berlainan latar belakang, yang perempuan dihinggapi keberuntungan sehingga apa saja yang ia kerjakan selalu sukses, sedangkan si prianya merupakan orang yang selalu buntung (un-lucky man), segala sesuatu yang dikerjakan pasti gagal. Tetapi meskipun ia sering gagal, ia selalu membantu dan menyenangkan orang disekitarnya.

Singkat cerita nasib baik si wanita pun tertukar dengan si pria, alhasil si pria menjadi orang yang selalu beruntung sedangkan si wanita menjadi buntung. Sehingga si wanita juga merasakan apa yang dirasakan oleh si pria tadi. Tetapi memang dasar si pria itu orangnya baik, ia pun membantu si wanita tanpa mengharapkan imbalan, mulai dari memberi makan sampai mencarikan pekerjaan untuk si wanita. Sedangkan si wanita berusaha agar keberuntungannya bisa kembali, akhirnya dia tahu kalau keberuntungannya tertukar dengan orang yang selama ini membantu dia. Pada akhirnya ia pun mendapatkan keberuntungannya kembali dan si pria juga tetap menjadi orangnya beruntung (lucky man).

Moral story dari film ini adalah kita tidak selalu beruntung dalam menjalankan hidup ini, kadang beruntung kadang buntung tapi itulah hidup yang seperti roda berputar. Ada kalanya diatas dan dibawah, ada untung dan rugi tidak selamanya kita selalu berhasil dan tidak selamanya kita selalu gagal. Intinya jangan menyerah dalam mengerjakan apapun. Dan kunci dalam meraih keberuntungan adalah berbagi terhadap sesama seperti sedekah atau pun menolong orang yang kesusahan serta berbuat kebaikan. Karena dengan berbuat kebaikan maka itulah tabungan kita yang akan kembali ke kita lagi.

Ingin menjadi beruntung, berbuatlah kebajikan setiap harinya :).

Brgds
Imansyah Sutrisno
081513012704

NB: Btw, kemarin saya sudah melihat ruko yang menjadi inceran saya cuma sayangnya hanya dapat discount 30 juta, padahal rukonya masih tanah kosong. Akhirnya saya mundurin penawaran soalnya kalau di booking sekarang dan masa pengerjaan setahun maka dalam satu tahun cash flow saya negatif. Moga-moga aja dapat ruko yang lebih baik dengan best deal tentunya :).

Monday, December 31, 2007

MALIBU SCHOOL OF PHOTOGRAPHY JOGJA

Pengen punya usaha sendiri

Penghasilan Jutaan perbulan

Bergabunglah bersama kami

Hanya dengan Rp. 1,500,000.00
Anda siap menjadi entrepreneur di bidang photography

Materi Pelatihan:
1. Pengenalan peralatan photgraphy

2. Pengenalan dasar photography

3. Lighting

4. Komposisi

5. Pelatihan Photoshop


Kelas Mulai:
- Tanggal 12 November 2007

- Tanggal 11 Februari 2008

- Tanggal 12 Mei 2008

Untuk para peserta yang mendaftar sebelum tanggal 20 Oktober 2007 dapatkan discount langsung Rp. 250,000.00

Info lebih lanjut, kontak:
Betry/ Try
Ruko Casagrande Kav. 24
Ringroad Utara Maguwoharjo Jogjakarta
Telp: (0274) 871025/Hp: 0815 1301 2704

Sunday, December 30, 2007

Tahun 2007, Tahun Penuh Berkah

Alhamdulillah, hanya itu yang dapat saya ucapkan ketika mengingat perjalanan hidup tahun 2007 ini. Yach...hari ini adalah hari terakhir di tahun 2007. Mungkin pada saat saya menulis blogs ini, banyak teman-teman yang sedang berlibur bersama keluarga setelah setahun berkutat dengan bisnis dan pekerjaan.

Saya ingat diakhir tahun 2006, kami (saya dan istri) mendapatkan amanah dari Allah SWT. Kami mendapatkan seorang putri yang sangat cantik dan lucu. Mulai dari sanalah kami rasakan perjalanan hidup terasa lebih mudah. Banyak suka dan duka yang harus dilewati pada tahun ini, tapi dengan adanya si kecil "Kevyn" membuat kami tetap bersemangat.

Di tahun 2007 ini, banyak sekali berkah yang kami dapatkan. Mulai dari bisnis, pekerjaan dan prestasi lainnya yang didapatkan baik oleh saya atau pun dari istri.
Yach, kalau diingat ketika saya akan memasuki tahun 2007 dengan kondisi keuangan yang masih carut marut, efek dari penipuan yang masih saya rasakan diakhir tahun 2006. Alhamdulillah, di tahun 2007 ALLAH SWT telah mengganti apa yang telah diambil dari kami.
Sedekah dan keikhlasan itulah kunci yang saya rasakan sebagai penolong kehidupan kami. Bermula ketika saya mendengar tausiah ustad Yusuf Mansur mengenai sedekah, yang saya anggap sebagai titik balik kebangkitan kami. Sampai saat ini pun tausiah tentang sedekah tetap saya putar terus di mobil saya ketika saya bepergian untuk terus mengingatkan saya akan dahsyatnya sedekah.

Semoga ditahun 2008, ALLAH SWT lebih banyak lagi memberikan hidayah dan berkah-NYA kepada kami sekeluarga, amin.

Thursday, December 06, 2007

Review Resolusi 2007

Dalam hitungan hari kita akan meninggalkan tahun 2007, banyak suka dan duka kita alami baik dalam berbisnis maupun dalam kehidupan pribadi. Saya sangat yakin ditahun 2007 banyak prestasi yang telah anda catatkan.

Sekilas mengenang tahun 2007, pada tahun 2006 akhir setelah kelahiran putri pertama kami "Kevyn Sabina Pasyah" saya mulai membuat resolusi untuk tahun 2007. Saya tuliskan raihan apa yang ingin saya capai tahun 2007. Saya tulis dikertas putih, ternyata ada 5 hal yang sangat saya inginkan di tahun 2007. Kertas yang berisi tulisan itu saya tempelkhan di kamar kos saya (ketika itu saya masih kos di daerah setiabudi, sedangkan istri dan anak saya di Jogja). Kadang-kadang teman saya yang main ke kamar saya suka senyum-senyum sendiri membaca resolusi saya. Saya selalu membaca tulisan itu ketika akan dan bangun tidur.

Pada saat saya pindahan rumah dari kos ke rumah sendiri di Jatibening, kertas tersebut saya lipat dan saya simpan di tas. Beberapa minggu yang lalu saya temukan kembali dan saya baca ulang Resolusi saya di tahun 2007.

Ternyata LOA bekerja, alhamdulillah Puji Syukur kehadirat Allah SWT, 4 (empat) dari 5 (lima) resolusi saya tahun ini tercapai. Yang satu lagi bukan tidak tercapai tetapi ternyata mobil yang ingin saya beli tahun 2007 sudah tidak diproduksi lagi, mau beli yang second gak biasa. Bukannya sombong tapi saya gak ngerti mesin mobil jadi takut kecewa. Lagian setelah dipikir-pikir mobil saya yang sekarang masih cukup mumpuni untuk mengantarkan saya dan keluarga jalan-jalan, bagusankhan uangnya untuk nambah investasi :).

Saya pun gak menyangka hasil sangat luar biasa. Setelah saya ceritakan tentang hal itu kepada istri, besoknya istri saya langsung membuat daftar Resolusinya untuk tahun 2008, dan di tempel di kaca rias. Saya yang baca cuma senyum-senyum aja.

Saat ini saya lagi menyusun Resolusi 2008, sudah ada beberapa target lagi yang ingin saya capai tahun 2008, dan saya sudah bilang ke istri kalau kertas yang berisi Resolusi 2008 milik saya diletakkan di kaca gede dikamar kami sehingga pada saat saya bersiap kekantor dapat membaca dengan jelas Resolusi tersebut.

Ketika pertama kali menonton "The Secret", disana juga di jelaskan ketika seseorang punya dream yang ingin dicapai sebaiknya dream/target itu dituliskhan. Tulisan itulah yang terus akan mengingatkan kita agar kita tidak pernah lelah dalam mengejar mimpi.

Saya telah menuliskan Resolusi 2008, bagaimana dengan anda?

Tuesday, November 20, 2007

Sharing tentang pembukaan Apotek

Berikut jawaban saya atas pertanyaan Ibu Dewi mengenai Apotek, semoga bermanfaat.

+++

Dear Ibu Dewi,

mohon maaf saya agak telat menjawab e-mail Ibu karena Jumat kemarin saya tidak masuk kantor.

Selamat ya Bu, sebentar lagi ibu akan menjadi salah seorang pengusaha yang bergerak di bidang pengobatan.

Ok Bu, saya akan mencoba menjawab pertanyaan ibu..

Sebetulnya yang terpenting di bisnis Apotek itu adalah apotekernya, kenapa? Soalnya Apotekerlah penggerak dari bisnis ibu itu, maju mundurnya Apotek tergantung dari Apotekernya. Mau mendirikan apotek saja yang harus banyak bergerak apoteker, mulai dari pendaftaran sampai presentasi. Pengalaman saya pada saat pendirian apotek, saya harus gonta-ganti apoteker. Hal ini di sebabkan karena apoteker yang saya rekruit ternyata tidak sanggup menghadapi tantangan pada saat pengajuan ijin apotek. Ini dikarenakan adanya persaingan yang kurang sehat sehingga ada indikasi penjegalan ijin apotek saya. Tapi Alhamdulillah setelah berulang kali ganti apoteker, saya mendapatkan apoteker yang ternyata tahan banting dan akhirnya ijin apotek berhasil didapatkan.

Setelah apoteker, ada baiknya ibu membuka klinik/praktek dokter bersama, karena terus terang tanpa adanya praktek dokter bersama maka agak susah buat apotek ibu untuk bertahan ditengah persaingan apotek lain. Kalau bisa malahan dapat dokter yang sudah terkenal di daerah ibu, saya jamin 100% apotek ibu akan ramai. Karena dokter itu cocok2an, biasanya kalau orang sudah cocok dengan dokter tersebut ia akan mencari dokter itu kemana pun dokter tersebut praktek.

Yang penting lagi kelengkapan obat, masalah kelengkapan obat mungkin ibu bisa diskusi dengan apoteker ibu, kira2 mau stok obat apa saja. Dan biasanya pedagang besar farmasi (PBF) bertebaran di kota-kota besar, jadi jangan takut masalah distribusi dan ketersediaaan obat. Alangkah baiknya kalau ibu bisa berkolaborasi dengan apotek2 disekitar ibu, jadi kalau beli obat bisa barengan sehingga harganya pun relatif lebih murah.

Selain itu ada baiknya apotek ibu juga menyediakan layanan seperti mini market, ibu bisa mencontoh century dan guardian (apotek saya mencotoh kedua apotek ini), jadi tersedia berbagai macam barang kebutuhan sehari2 disamping suplemen dan vitamin. malah kadang2 penjualan barang2 harian porsinya lebih besar loh bu dibandingkan penjualan obat resep.

Ibu bisa juga menambah value added apotek ibu dengan layanan 24Jam dan layanan antar jemput resep, seperti salah satu franchise apotek. Cuma ada tambahan persyaratan untuk apotek 24 Jam yaitu harus mempunyai 2 orang apotek.

Mengenai pertanyaan ibu, apakah sebaiknya mengambil franchise apotek, saran saya (ini pendapat saya loh bu), sebaiknya jangan. Kenapa? Soalnya modal awal untuk menjadi franchisee apotek tersebut lumayan besar, modal awal itu lebih baik untuk tambahan modal ibu untuk stok obat atau mempercantik gerai apotek ibu. Selain itu, keuntungan obat boleh dikatakan tidak terlalu besar, jadi memang bermain dalam volume.

Apabila ada yaqng ditanyakan bisa e-mail saya kembali atau telp.

Tks
Brgds
Imansyah Sutrisno
081513012704

Dewi <desurti@centrin.net.id> wrote:
Dear pak Iman,
Dalam waktu dekat ini, saya ingin mendirikan apotek.
Dan karena lokasi yang ada di sekitar tempat tinggal kami, sudah cukup banyak apotek, kami mulai mempertimbangkan untuk
berinvestasi di franchise apotek, dengan asumsi 'merek' dan support
dari franchisor.
Jika melihat pengalaman bapak, mohon sharingnya mengenai franchise apotek ini. Terutama apotek K-24 yang pusatnya di Jogja.
Terima kasih sebelumnya
Regards
Dewi S

Tuesday, October 02, 2007

Hati-hati dengan karyawan anda

Apa yang saya sampaikan ini merupakan pelajaran kepada kita semua karena terlalu percaya terhadap karyawan.

Hari sabtu kemarin saya pulang ke Jogja dalam rangka kegiatan rutin bulanan untuk mencek bisnis disana dan sekaligus memberikan gaji+ THR untuk karyawan. Pada saat pengecekan pembukuan dibagian keuangan ternyata menurut bagian keuangan ada pembayaran dan dp dari customer yang belum disetorkan oleh salah seorang marketing kami. Dan marketing tersebut sudah 3 hari tidak masuk kantor. Karena uang itu akan dipakai untuk pembayaran gaji dan tagihan saya segera menghubungi marketing tersebut. SMS dan telephone dari saya tidak diangkat, sampai saya sms dengan nada agak keras barulah telephone saya diangkat, ia mengatakan sedang berada di daerah wonosari (sekitar 60km dari Jogja) dan kemungkinan tidak bisa datang menemui saya hari itu. Tapi karena saya mendesak karena lap top yang dia pakai akan saya bawa kembali ke Jakarta untuk bisnis on line istri saya maka dia berusaha menyanggupi untuk bertemu saya pada malam hari. Di pembicaraan telephone dia tidak mengakui kalau uang dp dari beberapa customer sudah ia serahkan ke bagian keuangan. Oleh karena itu saya cross check dengan bagian keuangan ternyata dari sana ketahuan ia berbohong. Untuk menyelesaikan masalah maka kemarin seluruh karyawan malibu Jogja setelah sholat tarawih saya kumpulkan di kantor. Ternyata tunggu punya tunggu marketing tersebut tidak datang juga. Setelah lewat jam 9 saya kembali kontak dia dan dikatakan kalau dia gak bisa bawa lap top karena sudah kemalaman. Tapi saya tetap berkeras jam berapa pun dia datang saya akan terima dirumah yang penting dia bawa laptop karena saya mau bawa laptop tersebut pagi ke Jakarta. Akhirnya dia mengatakan akan datang selepas subuh.

Besoknya jam 6.00, karyawan tersebut datang dengan membawa sebagian uang. Ternyata setelah diintrograsi dengan bantuan orang tua saya (maklum orang tua saya pensiunan perwira tinggi polisi), denagn jawaban yang berbelit-belit dan tidak konsisten maka diketahui kalau sebagian besar uang tersebut sudah dipakai dan lap top yang saya sudah dipinjamkan untuk presentasi sudah digadaikan. Susah rasanya untuk tidak marah dan emosi, akhirnya karyawan saya tersebut di pecat dan membuat surat pernyataan yang akan mengganti uang serta laptop yang digelapkan, dengan jaminan sepeda motor+stnk (BPKP masih ketinggalan dirumah). Biar pun harga sepeda motor dibawah lap top dan uang yang digelapkan saya masih berbaik sangka terhadap dia, untuk dapat menyelesaikan kewajibannya terhadap perusahaan.

Belajar dari kebohongan karyawan saya itu maka saya menyuruh staff keuangan untuk segera menelpon customer yang sudah memberikan dp, ternyata kekhawatiran saya terbukti, marketing tersebut memalsukan laporan sehingga dp yang dia laporkan hanya 1/2 dari dp-dp yang telah dibayarkan customer.

Dari sini saya mendapat belajar banyak, harus ada cek and ricek baik itu antara staff dilapangan dan bagian keuangan, mau pun bagian lainnya. Karena selama ini adik saya sebagai manager tidak pernah melakukan pengecekan karena terlalu percaya omongan marketing tersebut. Untuk perusahaan kecil, memang ada baiknya barang-barang berharga setelah dipakai segera dikembalikan ke kantor, sebenarnya peraturan itu telah saya terapkan tetapi karena penanggung jawab disana (adik saya) sudah percaya jadi hal itu bisa dilanggar. Oleh karena itu ada baiknya koordinasi antara pemegang kebijakan harus lebih ditingkatkan sehingga tidak terjadi kebijakan yang bertolak belakang. Biasanya para karyawan akan mengikuti kebijakan yang menurut mereka lebih menguntungkan.

Semoga kita lebih berhati-hati.

Monday, September 10, 2007

Mohon Maaf Lahir dan Bathin

Marhaban ya Ramadhan,

Dua hari lagi kita akan memasuki bulan yang penuh berkah, saya dan keluarga mengucapkan Mohon Maaf Lahir dan Bathin atas semua kesalahan yang dilakukan baik disengaja maupun tidak sengaja, serta selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan. Semoga amal ibadah kita diterima oleh ALLAH SWT,amin.

Tks
Brgds

Sunday, September 02, 2007

Terimakasih Atas Dukungannya

Saya dan keluarga mengucapkan terimakasih atas dukungan dan sms yang telah teman-teman kirimkan untuk Istri saya pada saat final pemilihan Nestle Cerelac Ibu Cemerlang 2007. Berkat dukungan teman-teman Alhamdulillah istri saya terpilih menjadi JUARA FAVORIT NCIC 2007. Semoga dengan raihan ini, Istri saya dapat memegang amanah yang dibebankan kepadanya,amin

Monday, August 27, 2007

Mohon dukungan sms

Alhamdulillah hari ini istri saya mulai dikarantina dalam rangka PEMILIHAN NESTLE CERELAC IBU CEMERLANG 2007. Sehubungan dengan acara tersebut mohon dukungan dari rekan-rekan semua untuk memberikan suara dengan sms ke nomor 3919 ketik: NCIC(spasi)PILIH(spasi)LIANA (pulsa lokal loh, hanya 350/sms). Untuk keterangan lebih jelas dapat dibaca di Tabloid Nova, Tabloid Nakita, Majalah AyahBunda dan Majalah Femina serta www.ibucemerlang.com

Dukungan dan sms dari teman-teman sangat berarti bagi kami.

Thursday, August 23, 2007

Berbagi cerita dikit

Semenjak hijrahnya keluarga saya ke jakarta, rasanya semangat dan tenaga untuk berbisnis agak turun sedikit. Hal ini dikarenakan masalah tidak adanya PRT dirumah mengakibatkan saya dan istri harus bahu membahu dalam menjalankan pekerjaan rumah tangga. Tugas saya nyapu dan ngepel rumah, sedangkan istri saya selain mengurus "si kecil" Kevyn juga memasak serta mencuci dan pekerjaan rumah lainnya....berat juga ya. Alhamdulillah hari rabu kemarin (tanggal 15 Agustus) kami mendapatkan PRT sehingga sekarang istri kembali konsen dengan "si kecil". Mendadak hari yang sama istri saya mendapat telepon dari panitia Nestle Cerelac Ibu Cemerlang 2007, dan kemudian melakukan interview singkat tentang nutrisi bayi. Besoknya pihak panitia meminta kesanggupan istri saya untuk bisa ikut karantina (tanggal 28 sampai tanggal 1 September) jika terpilih menjadi finalisnya.

Alhamdulillah hari senin (tanggal 20) pihak nestle mengabarkan istri saya menjadi salah satu Finalis Nestle Cerelac Ibu Cemerlang (NCIC) 2007 dan akan menjalani karantina di hotel gran melia. Ditengah kegembiran, kami baru berpikir kalau istri dan anak saya harus berangkat ke palembang ke-esokan harinya karena akan bersilahturahmi keorang tua karenalebaran tahun ini kami akan mudik ke Jogja sehingga disempatkan untuk mampir ke palembang barang 1 atau 2 minggu. Gak tau kenapa pada waktu saya membooking tiket air asia, saya yang tadinya akan membook untuk tanggal 28 atau 29 agustus berubah menjadi tanggal 27 agustus 2007 untuk kepulangan ke Jakarta. Karena waktunya yang terlalu mepet saya mencoba merubah jadwal tapi ternyata pihak air asia tidak meng-approve perubahan jadwal kalau kurang dari 24 jam. Akhirnya yach istri dan anak saya berangkat juga ke palembang sekalian minta doa restu orang tua untuk mengikuti lomba tersebut.

Masalah kedua muncul, siapa yang akan menjaga anak kami yang baru berusia 8 bulan. Saya lalu menyarankan agar istri saya untuk menelpon ke pihak panitia agar memperbolehkan Kevyn dan pengasuhnya dapat ikut nginep. Rencana awalnya sih mau book kamar disana tapi ternyata harganya ituloh...USD 121/malam, mana sanggup kalau untuk nginep 5 hari. Akhirnya pihak penyelenggara memperbolehkan anak dan pengasuhnya ikut nginap di kamar hotel, syukurnya tiap finalis disiapkan satu kamar sehingga tidak akan mengganggu teman yang lain. Mohon doa restu teman-teman agar Istri saya kepilih menjadi pemenang pertama ya,amin.

Balik lagi ke bisnis, sebenarnya saya sudah berpikir untuk membuka usaha makanan tetapi masalah tenaga kerja dan mendekati puasa sehingga harga bahan baku merangkak naik membuat saya harus mengkalkulasi biaya lagi. Tapi saya sudah niatkan Insya Allah setelah lebaran atau paling lambat bulan november 2007 saya akan buka bisnis baru di Jakarta, mohon doanya.

Tuesday, June 26, 2007

Sedekah

Sedekah.....ngebahas hal ini memang tidak ada habis2nya. Semua agama didunia ini pasti menyarankan kepada pengikutnya untuk bersedekah. Kita tau orang terkaya didunia mendermakan hampir 90% dari penghasilannya melalui yayasan yang ia dirikan untuk mereka yang membutuhkan. Hasilnya sampai sekarang ia tetap menjadi orang terkaya didunia, dengan sedekah yang jumlahnya sangat fantastic bukan berarti kekayaannya berkurang malah bertambah.

Saya jadi ingat tahun lalu, ketika itu cobaan datang silih berganti dari ketipu hingga puluhan juta rupiah, gempa yang membuat seluruh usaha saya di jogja omsetnya turun drastis padahal ketika itu masih sulit karena kenaikan BBM yang hampir 100%. Terus terang membuat saya betul-betul terpukul. Apalagi saat itu istri saya sedang hamil, saya sampai bingung gimana ngatasi masalah yang sedang saya hadapi. Tengah kebingungan saya, saya mendengarkan ceramah ustad Yusuf Mansyur, kemudian saya beli kasetnya mengenai keajaiban sedekah dan kun fa ya kun. Disana saya tersentak, bahwa sedekah bukan hanya diberikan pada saat kita dalam kelapangan tapi malah sebaiknya diberikan dalam keadaan kesempitan. Saya dulu hanya bersedekah sekitar 2.5% dari pendapatan, mendengar ustad Yusuf Mansyur yang menganjurkan kalau bisa bersedekah 10% agar hasilnya maksimal, dengan kondisi keuangan yang berdarah-darah saya coba untuk mempraktekkan hal tersebut. Karena saya masih TDB, (maaf bukan bermaksud riya) saya mendapatkan THR dari perusahaan tempat saya bekerja dan hampir seluruh THR saya sedekahkan untuk yatim piatu dan mesjid dekat rumah. Alhamdulillah dengan bersedekahn secara rutin, perlahan-perlahan ALLAH memberikan rezeki dan hidayahnya kepada kami. Bisnis yang kami jalankan perlahan-lahan omsetnya terus meningkat, dan gaji saya di TDB dinaikkan 1/3 kali gaji kemarin, serta rejeki yang tak ternilai harganya istri saya melahirkan putri pertama kami dengan lancar tanpa kurang satu apa pun juga.

Sedekah....menurut saya itulah kuncinya disamping usaha dan doa yang tanpa henti serta selalu positif thinking kalau ALLAH akan selalu menolong hambanya. Jadi saya sangat menganjurkan buat teman-teman yang saat ini sedang prihatin perbanyaklah bersedekah, Insya ALLAH masalah yang sedang kita hadapi akan diberikan jalan keluar yang terbaik.

Wednesday, June 20, 2007

Partner Bisnis

Salah satu misi saya adalah Membuka bisnis baru setiap 6 Bulan Sekali. Jadi rasanya kurang sreg kalau nantinya jadi pindah ke jati bening (bekasi) tapi tidak punya bisnis didekat rumah.

Sebagai seorang pendatang saya hanya berpikir membuat bisnis yang simpel tapi repeat ordernya bisa setiap hari. Ada beberapa pilihan sich seperti jual voucher, jual makanan, buka laundry, buka salon dan lain-lain. Setelah nimbang-nimbang dan menghitung jumlah modal yang harus disiapkan serta perkiraan Break Even Point akhirnya saya memutuskan akan membuka.......(rahasia dulu ah, ntar diomongin malah gak jadi)

Untuk meminimal resiko saya kepikiran untuk berkolaborasi dengan salah seorang teman di TDA juga. Apalagi sang teman ini belum mempunyai bisnis diluar kantor. Tapi jangan salah, teman saya ini mempunyai pasif income yang lumayan loh, seperti pak Budi Rahmat dia main di properti. Kalau gak salah dia punya empat kios dan satu kontrakan yang semuanya memberikan pasif income (cash flownya positif). Belum lagi pendapatan TDB yang cukup wah maklum beliau merupakan salah satu direktur perusahaan asing. Kalau dipikir-pikir buat apa yah mau berkolaborasi dengan saya untuk menjalani bisnis skala UKM.

Singkat cerita saya janjian ketemuan dengan dia di salah satu restoran di bilangan sudirman. Setelah ngobrol ngalor-ngidul akhirnya saya menyodori kebutuhan dana dan perkiraan BEP. Respon beliau sangat baik, tapi beliau menyarankan agar mencari partner yang lain lagi. Jadi modal untuk usaha ini bisa dibagi 3, untuk menimalkan resiko. Yah maklum aja beliau baru kali ini akan terjun ke dunia bisnis, tapi pada dasarnya beliau akan bergabung dengan bisnis yang akan saya dirikan. Terus terang saat itu saya agak blank kira-kira siapa yang akan diajak untuk menjadi partnert ketiga. Gak tau kenapa sore harinya saya kepikiran dengan teman kost saya yang bekerja di salah satu bank BUMN terbesar. Teman saya yang satu ini selain TDB di bank mandiri juga sebagai investor dibeberapa bisnis yang dijalankan oleh keluarga dan bermain saham.

Malamnya saya datangi kamarnya, jelalanya (bahasa apa nih) biasanya dia pulang diatas jam 9, kemarin dia pulang kos jam 6an jodoh kali ya,hehe. Ngobrol sebentar, akhirnya to do point saya ajak dia untuk joint dengan bisnis yang akan saya buat. Setelah dia melihat jumlah modal dan perkiraan BEP akhirnya dia setuju untuk gabung dengan kami sebagai partner kedua.

Sejujurnya saya belum pernah mendirikan bisnis dengan partner diluar keluarga. Baru kali ini saya akan berbisnis dengan teman dengan latar belakang yang berbeda. Tapi saya rasa inilah team yang paling komplit yang pernah ada. Teman saya yang satu kuat di marketing, saya kuat di operasional dan financenya sedangkan yang satu lagi akan sangat dibutuhkan kalau bisnis ini menjadi besar (khan kita punya orang dalam di bank apalagi dia yang ngurus kredit untuk perusahaan besar di tanah air), kali aja bisnis ini bisa menjadi besar,amin.

Rencananya akhir juni atau awal juli kita mau survey tempat dan buat study kelayakan untuk bisnis ini, mohon doa teman-teman agar rencana bisnis ini dapat berjalan dengan lancar,amin

Grand Opening Cabang Terbaru "SS" Wulandari Salon and Spa (woman only)

Mohon doa restu teman-teman semua, akhirnya setelah sempat tertunda selama dua bulan, cabang terbaru "SS" Wulandari Salon and Spa (Woman Only) dibuka hari kamis tanggal 21 Juni 2007 di Gg. Srirejeki No. 1 Jl. Kaliurang KM. 5.5 Jogjakarta.

Untuk masa promosi grand opening tanggal 21-30 Juni 2007, dapatkan discount 20% untuk semua produk dan jasa yang ditawarkan.

Untuk info lebih lanjut dapat menghubungi (0274) 520319.

Monday, June 04, 2007

Hijrah.......

Hijrah…..itulah kata yang sangat lekat bagi kita, khususnya bagi kaum muslim. Kita ingat bagaimana kondisi Rasulullah sebelum hijrah dari mekkah ke madinah dan setelahnya, sangat jauh perbedaannya. Dari pengikut yang hanya segelintir menjadi ribuan bahkan jutaan dan sekarang sudah mencapai miliaran.

Itulah yang akan terjadi dengan saya. Mungkin jalan yang diambil ini merupakan jalan yang terbaik atas beberapa masalah yang sedang dihadapi. Bukan lari tapi mundur beberapa langkah untuk mencapai sesuatu yang lebih besar lagi.

Sebetulnya yang hijrah bukan saya melainkan istri dan anak saya di Jogja, setelah kami terpisah dengan jarak ratusan kilometer selama lebih dari dua tahun (dari awal menikah), minggu kemarin kami memutuskan untuk hijrah ke Jakarta untuk mencari pengalaman dan tantangan baru.

Keputusan ini diawali dengan kondisi bisnis laundry yang operasionalnya dipegang oleh istri saya. Masalah SDM yang keluar masuk berimbas dengan kondisi laundry yang beberapa minggu belakang ini omsetnya turun drastis tapi bukan masalah itu yang membuat kami hijrah tapi karena saya tidak tega dengan kondisi istri saya yang harus turun tangan sendiri untuk mensetrika baju pelanggan karena pegawai tidak datang sedangkan kami harus memenuhi komitmen kami untuk tepat waktu. Bahkan pernah istri saya harus mensetrika lebih dari 30 kg dalam waktu beberapa jam saja karena waktu yang sudah sangat mendesak. Bahkan hari ini pun pegawai baru yang direkrut 1 (satu) minggu yang lalu tidak datang sehingga kejadian seperti ini berulang. Belum lagi masalah internal rumah dengan gonta-ganti PRT yang membuat istri saya sangat stress, apalagi kami masih punya bayi yang berumur 6 bulan sehingga kondisi ini sangat membebani pikiran saya dalam bekerja. Makanya kami memutuskan untuk hijrah ke Jakarta awal agustus besok. Kenapa Agustus? Karena kami ingin menghabiskan kontrak toko yang dipakai untuk laundry terlebih dahulu dan sekaligus mempersiapkan rumah yang akan kami tinggali di Jakarta.

Mungkin teman-teman bertanya “trus gimana kelanjutan bisnis yang kami jalani”. Alhamdulillah untuk Malibu, operasional dipegang oleh adik saya yang saat ini full TDA untuk mengelola di jogja, sedangkan apotek kita sudah serahkan dengan apoteker yang telah berpengalaman dan untuk salon dan spa management dipegang oleh Orang tua dan management profesional, saya hanya bertindak sebagai advisor sekaligus business development. Sedangkan bisnis wrapping, souvenir dan boxes istri saya akan dipindahkan ke Jakarta, soalnya selama ini juga pesanan-pesanan yang diterima oleh istri saya lebih banyak diluar daerah seperti Kalimantan dan sulawesi serta Jakarta sehingga kepindahan kami tidak berpengaruh signifikan. Sedangkan laundry yang saat ini dijalani akan berganti management dan akan menjadi salah satu pilot project mastermind TDA Jogja yang akan digawangi oleh Pak Budi, Mas Tri, Mas Seta dan saya sendiri.

Buat rekan-rekan di Jakarta khususnya TDA Bekasi karena kebetulan rumah saya nantinya di Villa Jati Bening Toll, mohon bimbingannya terutama untuk bisnis yang akan kami jalani. Terus terang kami sangat buta akan kondisi disana.

Untuk pak Rosihan (TDA Resources) mohon maaf sampai hari ini saya belum bisa memenuhi janji saya karena masalah yang sedang saya dan keluarga hadapi. Insya Allah begitu ada waktu saya akan segera menghubungi Bapak.

Mohon doa rekan-rekan semuanya agar kami bisa lebih sukses lagi di Jakarta,amin.

Brgds

Imansyah Sutrisno
http://iman-ss.blogspot.com
http://chomel-wrapping.blogspot.com
http://wulandarispa.blogspot.com

Tuesday, April 24, 2007

Akhirnya Badan Saya KO juga

Setelah beberapa minggu badan rasanya seperti mau demam, apa yang saya takutkan terbukti juga. Sudah dua hari ini saya sakit flu berat (batuk, pilek ditambah demam), untung lagi di jakarta kalau di jogja kasihan sama si "kecil" Kevyn, apalagi golongan darah kami sama jadi cepat nularnya. Kalau dirunut-runut rasanya sakit saya ini merupakan akumulasi dari rasa capek yang menumpuk dan gak pernah dirasakan kalau sudah sampai di Jogja dan langsung ngurus bisnis disana. Apalagi sekarang jadwal kereta api yang semau gue (syukur-syukur dengan adanya UU baru transportasi PT KAI punya pesaing sehingga perusahaan BUMN ini bisa memperbaiki diri seperti yang sedang dilakukan pertamina sekarang), membuat sakit saya bertambah parah. Kemarin senin saya naik kereta api dwi pangga jogja-jakarta yang seharusnya nyampe jakarta jam 5 subuh telat 4 jam sehingga baru nyampe jam 9an pagi, gimana gak kalang kabut soalnya jam kantor masuk 08.30, maklum masih TDB. Biar pun kondisi badan sudah sangat payah, saya tetap memaksakan diri untuk masuk kantor. Apalagi teman-teman sekantor sudah pada tau kalau saya setiap minggu ke jogja karena bisnis (ini semua karena majalah duit :))). Sesuai komitmen saya sebagai seorang amphibi maka saya bertekad selama saya masih bisa jalani keduanya akan saya jalani karena keduanya saling mendukung.

Barusan aja ALLAH SWT memberikan nikmat lain selain sakit yang saya derita, usaha laundry yang baru kami rintis beberapa minggu yang lalu sekarang sudah mendapatkan sekitar 50ankg/hari mendapat cobaan dengan keluarnya karyawan yang sudah sangat berpengalaman karena urusan keluarga sehingga membuat istri saya kelabakan ditambah lagi karyawan yang menjaga outlet kami hari ini pun tidak masuk kerja karena sakit. Belum lagi mendadak ibu saya menelpon salah satu karyawannya resign tanpa pemberitahuan dan satu karyawan kecelakaan sehingga beliau pun juga sangat kelabakan, padahal bisnis salon and spa saat ini omsetnya lagi bagus.

Mendapat nikmat ini, saya hanya bisa pasrah sambil memberikan jalan keluar yang terbaik, untuk laundry, sampai karyawan kami sembuh outlet terpaksa buka agak siangan karena istri harus ngurus si "kecil" dulu (tentunya kami harus ngucapkan permohonan maaf dengan kondisi ini dengan pelanggan kami), untuk salon and spa seharusnya mulai awal karyawan kerja langsung disodori kontrak kerja (walaupun masih probation) sehingga tidak bisa seenak gw keluar dari kerjaan. Tapi kemarin karena lagi sibuk masalah management yang seharusnya saya kerjakan menjadi miss di surat kontrak kerja karyawan.


Semoga nikmat ini dikemudian hari akan berubah manis, dan saya percaya ALLAH SWT akan memberikan yangterbaik buat kita semua,amin.

Tuesday, April 10, 2007

Saya ada di majalah "duit"

Hehehhe....kemarin saya barusan beli majalah "duit" edisi terbaru (april), di cover majalah aja udah nongol nama saya, yang berada di dua kuadran (employee dan business). Photo saya terpampang di daftar isi juga loh, bersanding dengan tukul yang lagi naik daun (seleb banget gak sich,hehehe). Di halaman 50, di rubrik "kuadran baru" diceritakan tentang pengalaman saya sebagai karyawan sekaligus sebagai wirausahawan (posting selanjutnya akan saya ketik isi majalah duit tanpa edit). Terus terang, sebenarnya selama 2 tahun saya menjalankan bisnis ini, tidak ada seorang pun teman-teman kantor saya yang mengetahui aktifitas diluar kantor, yang mereka tau saya pulang kejogja tiap minggu untuk menjumpai istri dan anak saya disana. Padahal yang saya lakukan lebih dari itu, selain bertujuan menjumpai keluarga, saya juga harus mengontrol bisnis yang saya jalani di Jogja. Apalagi sekarang setahap demi setahap mulai banyak bisnis yang dijalankan. Banyak orang bertanya kepada saya "kenapa sich gak fokus ke satu usaha aja", jawaban saya cukup klise yach untuk membesar pangsa pasar saja dan kebetulan saya lihat ada peluang bagus kenapa tidak dimanfaatkan sekaligus. Seperti saya punya usaha studio photo, salon and spa serta souvenir, inikhan sebenarnya satu kesatuan, pada saat seseorang ingin menikah sebenarnya dia gak perlu terlalu pusing dengan tetek bengek yang harus disiapkan soalnya kita bisa mengarahkan mereka untuk menggunakan semua jasa kami tentunya akan lebih murah jika satu paket. Mulai dari perawatan menjelang pernikahan (SS wulan dari and spa), kemudian paket hantaran dan souvenir pernikahan (chomel wrapping, souvenir and handycraft) juga paket photo dan video shooting pernikahan (malibu 62 studio), semua yang kami lakukan profesional. Kalau mengenai apotek, ini merupakan bisnis yang resikonya kecil soalnya obat-obat yang kadaluarsa bisa dikembalikan. Sedangkan bisnis laundry saya hanya mengoptimalkan semua barang yang ada di rumah sehingga seluruh barang yang ada dirumah merupakan barang produktif, bukan barang konsumtif soalnya semua barang memiliki kemampuan untuk make money (menghasilkan uang), biarpun sekarang belum maksimal tapi saya mempunyai keyakinan kalau kedepannya bisnis tersebut akan semakin maju, amin.
Insya ALLAH kedepannya saya punya dream untuk membuka usaha baru lagi kali ini dibidang konsultan, kenapa gak soalnya saya rasa inilah saatnya saya berbagi untuk membangun bangsa ini melalui ukm yang terbukti tangguh dalam menghadapi krisis seperti tahun 1998 kemarin.

Monday, March 26, 2007

CHOMEL LAUNDRY

Alhamdulillah hari minggu kemarin tanggal 25 Maret, saya dan istri membuka satu lagi unit bisnis yang diberi nama "CHOMEL LAUNDRY". Persiapan pembukaan bisnis ini hanya memakan waktu 10 hari. Semuanya berawal Master Mind TDA Jogja, pada saat itu kumpul Saya, M'Ferri, M'Tyo, M'Trimuriana dan M'Budi. Pada saat WIFLE, Mas Tyo bicara tentang winningnya di bisnis laundry yang baru aja buka 3 bulanan tapi sudah menerima laundry per harinya sekitar 100 - 150kg. Tertarik dengan bisnis tersebut, saya dan istri membicarakan untuk membuka laundry serupa didekat rumah. Kemudian saya dan istri berusaha mencari kios yang akan disewakan di jalan kaliurang, tapi harga sewa kios disana sangat mahal sehingga saya dan istri takut untuk menjalankan bisnis ini. Apalagi sebagian uang saya baru dialokasikan untuk bisnis kontraktor di cirebon sehingga betul-betul tight money policy. Alhamdulillah, tiba-tiba ada teman istri yang mau meng-over kontrakan kiosnya selama 4 bulan dengan harga yang terjangkau. Dan hal ini baru diberitahukan satu minggu yang lalu. Terus terang kami sangat senang dengan penawaran tersebut, karena dengan sewa hanya 4 bulan, kami bisa tau pasar laundry untuk didaerah tersebut, kalau ternyata menjanjikan akan kami teruskan, tetapi kalau kurang menjanjikan kami akan mencari tempat lain sehingga akan mengurangi kerugian.

Tanpa membuang waktu kami langsung tancep gas untuk persiapan pembukaan. Untuk SOP laundry, alat yang digunakan, cara penanganan pakaian saya langsung kontak Mas Tyo, dan inilah semangat TDA yang tidak pernah menutupi apa pun dibisnisnya. Mas Tyo dengan senang hati memberitahukan semuanya, mulai dari SOP, suplier sampai flyer pun dibantu dibuatkan (terimakasih mas). Istri saya langsung kontak langganannya untuk dibuatkan spanduk dan nota.
Hari sabtu sore saya dan istri langsung meluncur ke "dapur" laundry nya mas Tyo, kami kemudian ATM sekaligus bertanya tentang tetek bengek pengerjaan laundry. Disana kami juga bertemu Mas Hidayat dari makassar yang juga sedang belajar seperti kami, malahan beliau sampai bawa kamera segala. Pulang dari sana udah hampir maghrib, kami singgah dulu di kios untuk pasang spanduk (soalnya spanduk baru jadi sabtu sore).

Setelah semuanya ok kami beranikan diri untuk soft opening keesokan harinya, karena sebenarnya perjanjian kami dengan penyewa sebelumnya buka tanggal 1 April 2007.
Hari pertama kami buka jam 08.00 - 17.00, bergantian jaga antara pembantu di rumah dan saya. Ternyata Allah belum memberikan rejekinya, sehingga hari itu tidak ada transaksi sama sekali. Tetapi saya tetap membesarkan semangat istri kalau orang-orang belum pada tau keberadaan laundry kita, apalagi spanduk baru dipasang malam.
Hari kedua kami buka jam 08.00 - 19.00, bergantian jaga antara pembantu dan istri saya (soalnya saya sudah berangkat ke jakarta maklum masih amphibi), Alhamdulillah kemarin pecah telur, kami kedatangan 3 orang customer dengan total pakaian yang akan dilaundry 9 kg.
Semoga hari ini customer yang datang lebih banyak lagi, dan bisa memenuhi target kami (50 - 100kg/hari),amin.