"SS" Group merupakan obsesi saya untuk membuat suatu group usaha yang mempunyai banyak bisnis unit."SS" diambil dari initial nama kedua orang tua saya. "SS" bisa jadi sebuah singkatan dari "Sukses Selalu" atau "Sehat Sentosa" bisa juga "Semoga Sukses".
Tuesday, June 09, 2009
Kontan (Edisi Khusus Waralaba Mei-Juni): Salon & Kecantikan
Waralaba salon dan perawatan kecantikan semakin bejibun dan beragam
Selama orang masih ingin tampil menarik, bisnis salon dan kecantikan akan terus marak. Tak terkecuali bisnis berbasis waralaba. Makanya, tawaran waralaba salon dan kecantikan semakin banyak walau mengharuskan Anda bermodal besar. Persaingannya pun semakin ketat.
Kecantikan kini bukan lagi menjadi kebutuhan tersier buat masyarakat baik kaum hawa maupun adam. Perawatan tubuh sudah menjadi kebutuhan pokok agar orang tampil cantik dan ciamik. Kebutuhan ini mengundang bisnis salon dan perawatan kecantikan bermunculan.
Saking menggiurkannya bisnis dibidang ini, tawaran waralaba juga semakin melimpah. Pemainnya bukan hanya yang sudah tenar dan malang melintang di dunia salon seperti Rudy Hadisuwarno, Johny Andrean, Yopie Andrean hingga Peter F. Saerang tapi banyak juga berbagai pemain baru yang bisa langsung eksis di dunia kecantikan ini.
Sebenarnya wajar bila bisnis ini seakan tak pernah berhenti tumbuh. Bisnis ini bisa menjadi bisnis yang selalu hidup setelah bisnis makanan. Setiap orang secara berkala, pasti butuh untuk memangkas atau merapikan rambut. Di zaman kiwari, merawat kulit muka dan tubuh juga sudah menjadi kewajiban.
Cuma jika ingin sukses, salon Anda mesti punya keunikan dan layanan yang bisa memuaskan hati pelanggan. Apalagi, usaha salon dan perawatan kecantikan itu makin beragam dan sangat terspesialisasi.
Nah, dengan begitu ketatnya persaingan, hanya salon dengan pelayanan terbaik, harga pantas, dan lokasi tepatlah yang bertahan. "Harus menciptakan keunikan yang berbeda dari salon yang lain" ujar Ateng Suryadi, Manajer Operasional dan Pengembangan Trend Salon.
Jangan hanya menaruh duit
Membuat salon dan perawatan kecantikan seperti gambaran Ateng tentu bukan pekerjaan gampang. Sebetulnya, untuk terjun ke bisnis salon pun tidak mudah. Anda boleh punya uang dan bikin salon, namun belum tentu bisa mempertahankannya. Karena, menjalankan usaha salon itu cukup rumit.
Bagi anda yang masih awam di bisnis salon dan perawatan kecantikan tapi ngebet punya usaha ini, jangan kecil hati. Sistem waralaba bisa menjadi jalan pintas. Dalam sistem ini,pewaralaba akan atau penjual waralaba akan menyediakan seluruh tetek-bengek usaha, termasuk para pekerja.
Selain itu, biasanya pewaralaba juga akan memasok prosuk dan bahan baku yang menunjang usaha salon dan perawatan kecantikan. Dan, yang tak kalah penting dalam sistem waralaba, si terwaralaba bisa menggunakan nama pewaralaba.
Nama besar pewaralaba memang menjadi salah satu daya tarik sistem waralaba. Sebab, dengan nama besar itu, terwaralaba berharap bisa langsung menyedot banyak pelanggan.
Direktur "SS" Wulandari Salon and Spa Imansyah Sutrisno mengatakan, kunci sukses bisnis salon dan perawatan kecantikan terletak pada pemiliknya. Pemilik bisnis ini - terutama yang berbasis waralaba - harus mau menjalankan usaha dengan sungguh-sungguh.
Sang pemilik usaha harus menjiwai dan menyenangi bidang ini. Untuk itulah, pemilik harus terlibat langsung saat berbisnis salon kecantikan agar mengetahui suks duka di lapangan. "Jangan semata-semata hanya menaruh duit," tutur Imansyah.
Untuk menyelami dinamika bisnis salon dan perawatan kecantikan, KONTAN telah mewawancara beberapa pewaralaba usaha ini. Silakan menyimak dengan saksama berbagai syarat dan ketentuan didalamnya.
"SS" Wulandari Salon and Spa
Tak jauh beda dengan Trend Salon, SS Wulandari juga menerapkan standar persayaratan mengenai lokasi yang strategis. Cuma bedanya, para calon terwaralaba harus membayar dana Rp 5 Juta lebih dulu sebelum SS Wulandari melakukan survei tempat. "Kalau ternyata lokasinya tidak strategis maka kami bantu cari tempat lain. Atau kalau memang tidak ada, ya uang itu akan kami kembalikan," ujar Imansyah.
Syarat lainnya,lokasi usaha bisa berupa rumah atau ruko dengan minimal luas 150 meter persegi atau 15 meter x 5 meter bila berupa ruko dua lantai. SS Wulandari mengharamkan lokasi usaha menjadi satu dengan tempat tinggal.
Biar begitu, salon yang berdiri sejak 2006 ini tidak membatasi tempat yang akan digunakan usaha apakah milik sendiri atau sewa. Tapi yang pasti, apabila sewa, Imansyah mematok syarat sudah ada kontrak lima tahun dengan pemilik tempat. Imansyah mengaku tak ingin terwaralabanya harus pindah lokasi karena jangka waktu sewa yang pendek.
Salon perawatan tubuh yang berpusat di Jogjakarta ini berusaha selektif dalam memilih calon terawaralaba. Imansyah mengatakan, terwaralaba SS Wulandari bukan sekedar investor, melainkan pemilik tempat. "Agar tidak ada masalah dengan franchisee dikemudian hari," kata Imansyah.
Biaya waralaba SS Wulandari ini bisa jadi tergolong murah. Calon terwaralaba hanya membayar franchise fee Rp 35 Juta untuk jangka waktu lima tahun. Plus, terwaralaba juga harus membayar royalti fee sebesar 5% dari total omset.
Adapun total dana yang harus disiapkan calon terwaralaba itu sekitar Rp 200 juta diluar bangunan. Selain untuk biaya waralaba, dana itu untuk membiayai renovasi bangunan, memberikan peralatan dan perlengkapan salon hingga perijinan.
Nantinya terwaralaba akan mendapat bimbingan khusus selama satu bulan hingga dua bulan pertama. Setelah itu baru SS Wulandari melepas mereka.
Namun, manajemen SS Wulandari, masih akan menerima konsultasi dan pelatihan bila terwaralaba membutuhkan. "Tak ada biaya tambahan lagi untuk itu," kata dia.
Soal tenaga kerja, Imansyah melihat hal ini seringkali menjadi masalah dan kendala tersendiri bagi setiap terwaralaba. Makanya, SS Wulandari sedang membuat pusat pelatihan khusus untuk menyuplai tenaga kerja bagi para terwaralaba.
Jadi, SS Wulandari akan merekrut sebanyak-banyaknya tenaga kerja untuk dilatih sehingga terwaralaba tak perlu mencari tenaga kerja. "Karyawan salon ini memang suka tidak awet, maka kami akan menyiapkan stok,"kata Imansyah.
(Diambil dari Tabloid Kontan Edisi Khusus Waralaba Mei-Juni 2009)
Friday, June 05, 2009
Nulis Lagi ah...
Alhamdullilah spa saya (http://wulandarispa.com) diliput di tabloid kontan edisi khusus waralaba bulan Juni ini. Banyak juga loh member TDA yang diliput seperti cak eko, mas Hendy, mas Andi sebagai pemenang dan finalis Wirausahamuda mandiri.
Alhamdulillah juga sampai dengan saat ini kami akan buka 4 outlet baru milik franchisee di kelapa gading, bekasi, malang dan solo. Masih sekitar jawa sich, pengennya bisa buka di kota-kota besar di Sumatera kayak pekanbaru, palembang, medan (LOA...LOA).
Terimakasih untuk teman-teman Mastermind Bekasi II yang tidak henti-hentinya memberikan semangat, ide serta pencerahan untuk perbaikan kinerja bisnis-bisnis saya, walaupun saat ini kami tidak bisa seperti MM lain-lain yang 1 minggu sekali bertemu tetapi secara informal kami lebih sering bertemu.
Semoga target-target yang pernah saya tuliskan pada akhir tahun 2008 dapat tercapai...Amin ya Allah.
Tks
Brgds
Imansyah Sutrisno
Friday, November 14, 2008
"SS" Wulandari Salon dan Spa (Woman only) Hadir di Kebun Jeruk
Mohon doa restu teman-teman Insya Allah grand opening "SS" Wulandari Salon dan Spa (woman only) cabang Botanical Kebon Jeruk akan dilaksanakan tanggal 15 November 2008, setelah beberapa kali tertunda karena faktor non teknis.
Ini merupakan franchisee kami yang diclosing pada pameran international franchise di JCC bulan Juni kemarin (thanks to mbak yulia, pak burang dan TDA serta Departemen Perdagangan yang telah memberikan kesempatan kepada kami mengikuti acara tersebut secara gratis), setelah empat bulan melakukan renovasi bangunan dan training karyawati, akhirnya kami siap untuk bertarung di Jakarta khususnya di Kebon Jeruk.
Sedikit kilas balik, perjuangan pembukaan cabang ini tidak mudah. Pertama rukonya yang mempunyai lebar 4.5 m dan hanya dua lantai sebenarnya tidak memenuhi persyaratan yang kami tetapkan yaitu minimal lebar 5 M dan panjang 15 m (dua lantai) jadi total 150m2. Tetapi kemauan keras dari owner yang membuat kami tidak bisa menolaknya. Ruko dua lantai ditambahkan satu lantai lagi sehingga menjadi tiga lantai. Juga furniture seperti tempat tidur panjang standar 200cm terpaksa diakali menjadi 185m (toh orang indonesia jarang yang tingginya lebih dari 180cm). Belum lagi perjuangan owner dalam menghadapi orang iseng yang sering menerornya sehingga dia harus ganti nomor hp. Banyak yang menyangka salon dan spa kami merupakan spa plus-plus, padahal di neon sign jelas-jelas tertulis WOMAN ONLY. Yang buat saya salut malah ownernya merasa tertantang untuk membuat spa kami menjadi spa khusus wanita yang terbaik. Moto yang sering disuarakan oleh beliau adalah PELAYANAN EKSKLUSIVE tapi HARGA EKONOMIS.
Semoga apa yang kami rencanakan dapat berjalan dengan lancar, amin.
Nantikan kami juga di Tanjung Duren (Sekarang lagi tahap renovasi) dan beberapa kota besar lainnya.
Oh ya untuk rekan-rekan yang ingin menikmati pelayanan kami dapatkan diskon spesial 20%+10% (hanya selama masa promosi=2 minggu saja).
Tks
Brgds
Imansyah Sutrisno
081513012704
http://wulandarispa.com
"SS" Wulandari Salon dan Spa (Woman Only)
Rukan Botanic Junction Mega Kebun Jeruk Blok H7/8
Jl. Raya Joglo, Kembangan, Jakarta Barat
Telp: (021) 58906403
Thursday, November 06, 2008
MY BIG WINNING
Tanggal 21 Oktober 2008, merupakan hari yang bersejarah bagi kami sekeluarga dan bisa dibilang big winning. Betapa tidak hari itu saya dikaruniai anak kedua, laki-laki sesuai dengan harapan kami sekeluarga. Lahir pada jam 15.45 melalui operasi cesar dengan berat 2.95 kg (sama dengan pada saat kakaknya lahir) dan panjang 50 cm dalam keadaan sehat walafiat. kami beri nama sikecil: Muhammad Adibya Pasyah yang artinya Orang mulia yang akan menjadi pemimpin yang terkenal anaknya papa Imansyah,hehehe.
Papa dan bunda selalu berdoa agar Adib kelak bisa menjadi anak yang sholeh dan bisa dibanggakan oleh Agama, Bangsa, Negara serta kedua orang tua,amin.
Terimakasih juga buat rekan-rekan yang telah memberikan ucapan selamat dan doanya kepada anak kami, hanya Allah SWT yang akan membalas kebaikan bapak dan ibu sekalian.
Tuesday, November 04, 2008
Liputan Media Massa
Tanggal 21 Oktober (bertepatan lahiran si kecil), saya diliput di harian Indonesia Business Today, tapi yang ini diliput adalah sekolah photography saya. Menurut wartawannya yang menarik sebenarnya adalah ide dasarnya. Kebanyakan sekolah photography bertujuan untuk mencetak photographer handal, tetapi kalau sekolah saya selain bertujuan untuk mencetak photographer handal yang mempunyai jiwa bisnis. Jadi di sekolah ini kami mengajari juga bagaimana cara men-set membuat studio photo, mulai dari management sampai suplliernya kami arahkan. Diharapkan lulusan sekolah ini bisa langsung berbisnis photography dan menghasilkan uang.
Tanggal 30, Salon dan Spa saya diliput juga di harian Indonesia Business Today, yang ini terus terang saya belum baca artikelnya, janji wartawannya mau kirim sampai kemarin belum terima juga. Soalnya tanggal 30 kemarin saya lupa beli,hehehe
Tanggal 4 November, Salon dan Spa kembali diliput oleh harian Kontan, mengikuti dokter komputer yang diliput tanggal 3 nya. Cuma ada beberapa kesalahan nich, masa panggilan saya sutris padahalkan panggilan beken saya iman,hehehe. Trus disana seakan-akan kami tuh hanya menyulap rumah tua jadi spa padahal bukan hanya itu ruko pun bisa dijadikan spa kami.
Alhamdulillah, puji syukur kehadirat-MU ya ALLAH....
Semoga semua ini bisa membawa berkah bagi kami sekeluarga,amin.
Sunday, October 19, 2008
"SS" Wulandari Salon and Spa Hadir di Franchise Expo
Berbeda dengan Franchise Expo bulan Juni kemarin yang penempatan stand anggota TDA yang terpisah-pisah dan bergabung dengan perusahaan lain, kali ini penempatan stand kami di kumpulkan di suatu lokasi yang letaknya cukup strategis dekat dengan pintu masuk sehingga para pengunjung diharapkan dapat singgah ke stand-stand tersebut.
Sebenarnya proses pendaftaran mengikuti ajang ini sudah dari bulan agustus yang lalu, tetapi karena ketatnya saringan dari Kementerian Koperasi dan UKM sehingga kami baru mengetahui masuk nominasi 2 minggu sebelum pameran diadakan, sehingga terus terang persiapannya juga agak mepet. Tapi berkaca pada pameran bulan juni kemarin, jadi kami sekarang menggunakan peralatan dan barang-barang yang digunakan pada pameran kemarin. Kebetulan masih ada brosur-brosur sisa pameran kemarin sehingga pameran kali ini kami tidak sesibuk pada pameran sebelumnya.
Mohon doa dari teman-teman agar pameran ini kami sukses, amin.
Imansyah Sutrisno
http://wulandarispa.com
Sunday, July 06, 2008
Alhamdulillah.......
Sebenarnya ada beberapa kandidat calon franchisee lain tapi yang ini begitu special karena beliau langsung berkunjung ke Jogjakarta untuk melihat sendiri bagaimana bisnis kami disana. Besoknya beliau langsung menandatangani surat perjanjian tersebut. Yah, terusterang kendala utama kami dalam mewaralabakan bisnis ini adalah kami tidak mempunyai cabang di Jakarta sehingga kadang-kadang calon franchisee yang berminat pun sedikit ragu akan eksistensi kami. Lah wong kalau mau melihat operasional sehari-hari harus ke Jogja dulu sedangkan biaya yang dikeluarkan untuk visit tidak sedikit. Berbeda dengan teman-teman yang bisnisnya memang berpusat dijakarta sehingga kalau orang mau lihat tinggal menyebut alamat, kemudian orangnya visit, tertarik terus deal dech. Insya Allah dengan adanya franchisee pertama ini akan menjadi tolak ukur keberhasilan kami dalam mengembangkan bisnis salon dan spa dengan cara waralaba.
Sebenarnya sabtu juga saya kebagian kerjaan untuk mensurvey calon franchisee yang lain di wilayah Tanjung Duren, dan dari hasil survey kami simpulkan lokasi tersebut sangat prospek untuk dibuka cabang baru kami. Insya Allah tahun ini kami akan buka 2 cabang baru, satu di Ruko Botanical Garden dan Tanjung Duren, yang artinya untuk daerah Jakarta Barat kami telah menutup area tersebut untuk calon franchisee yang lain.
Mohon doa dari rekan-rekan semua agar semuanya dapat berjalan dengan lancar,amin.
Tks
Imansyah Sutrisno
081513012704
Monday, June 23, 2008
Sharing Pengalaman Ikut Pameran International Franchise 2008 di JCC
Mau sharing sedikit pengalaman kami ikut pameran franchise. LOA...LOA itulah yang saya rasakan, karena sebelum ini beberapa waktu yang lalu saya pernah LOA ikut pameran franchise tapi gak pernah kebayang kalau pameran franchise yang saya ikuti akan gratis...tis.
Terimakasih buat Departemen Perdagangan melalui mbak yulia (founder TDA) dan Pak Burang, yang telah memberikan kesempatan emas kepada saya dan teman-teman TDA yang lain untuk ikut berpartisipasi dalam acara tersebut.
Setelah saya dipastikan dapat mengikuti pameran ini, maka saya langsung berkonsultasi dengan partner saya Bapak Irwan Subik (partner HP di PGC) mengenai konsep stand yang akan dibuat, soalnya terus terang karena sifatnya mendadak, budget utk itu hampir tidak ada dan seluruh peralatan spa dan salon di Jogja, tapi dengan segala keterbatasan saya dan team berusaha untuk menampilkan stand kami se-efisien mungkin. Dimulai dari membuat brosur (beruntung saya mempunyai studio photo sehingga untuk design ada yg mengerjakan), membuat background serta memikirkan konsep apa bisa ditampilkan.
Alhamdulillah dan tidak pernah saya sebelumnya kalau saya mendapatkan lokasi yang sangat strategis di main entrance, stand terdepan berseberangan dengan stand franchise dari Australia, Malaysia dan Singapore. Sehingga pengunjung yang memasuki areal pameran pasti akan melewati stand kami. Sengaja kami tidak terlalu mengubar brosur untuk orang yang lewat, kami hanya memberikan brosur untuk potensial customer.
Happy problem kata pak Roni, saya dan team sangat kewalahan serta kelelahan dalam menjelaskan mengenai konsep Franchise Salon dan Spa kami. Satu pergi datang satu lagi malah kadang-kadang kami dikeroyok beberapa potensial customer, sehingga saya sampai senyum-senyum sendiri melihat istri saya yang sedang hamil 5 bulan yang sebelum berangkat agak mengeluh kecapekan tapi selalu bersemangat untuk menawarkan konsep franchise sampai hari terakhir.
Dari pameran tersebut saya masih melihat kalau para pengunjung masih beranggapan kalau dengan ikut franchise berarti PASTI BERHASIL, dan merasa jika punya uang tinggal memberikan kepada franchisor, kemudian tinggal terima duitnya saja tanpa usaha. Kalau gitu sich saya juga mau, hehehehe. Memang ada sich beberapa franchisor yang menjalankan franchisenya fully operated by master franchise seperti beberapa minimarket terkenal. Tetapi jelas disitu juga ada faktor resiko jadi belum tentu juga 100% berhasil. Dan yang jelas harganya tentu lebih mahal.
Kalau konsep saya sich, kita sebagai franchisor memberikan pengetahuan tentang bisnis kepada franchisee sehingga mereka tidak perlu lagi memikirkan bagaimana cara memulai bisnis dan pengerjaannya. Jadi akan meminimalkan resiko dibandingkan kalau mereka belum punya pengetahuan tetapi sudah terjun kebisnis tersebut, tetapi yang pasti keberhasilan bisnis bukan hanya tergantung dari franchisor tetapi franchisee juga ikut andil didalamnya.
Alhamdulillah kami berhasil mendapatkan beberapa calon franchisee, hari ini seharusnya kami akan survey lokasi ke tiga tempat, tetapi baru bisa terlaksana satu didaerah Jakarta Barat. Insya Allah dari segi lokasi sudah sesuai dengan standar dan persyaratan kami :). Mohon doa teman-teman agar semua bisa berjalan sesuai dengan rencana,amin.
Wuih masih banyak PR yang harus dikerjakan karena masih ada beberapa tempat yang harus disurvey belum lagi harus memfollow-up beberapa potensial franchisee yang kelihatannya berminat. Tapi buat teman-teman yang lain jangan kuatir untuk wilayah di jawa tengah atau jawa timur serta diluar jawa kelihatannya kemarin belum ada tuch (maaf mod iklan dikit ya,hehehe) jadi masih bisa bergabung dengan kami :).
Sukses juga buat teman-teman TDA peserta franchise expo yang lain ditunggu small dan big winningnya.
Tks
Brgds
Imansyah Sutrisno
http://wulandarispa.blogspot.com
NB. Insya Allah saya dan partner (Bpk Irwan subik) besok akan membuka cabang kedua kios HP kami, lokasinya masih di Pusat Grosir Cililitan. Mohon doa restu teman-teman semua.
Mau sharing sedikit pengalaman kami ikut pameran franchise. LOA...LOA itulah yang saya rasakan, karena sebelum ini beberapa waktu yang lalu saya pernah LOA ikut pameran franchise tapi gak pernah kebayang kalau pameran franchise yang saya ikuti akan gratis...tis.
Terimakasih buat Departemen Perdagangan melalui mbak yulia (founder TDA) dan Pak Burang, yang telah memberikan kesempatan emas kepada saya dan teman-teman TDA yang lain untuk ikut berpartisipasi dalam acara tersebut.
Setelah saya dipastikan dapat mengikuti pameran ini, maka saya langsung berkonsultasi dengan partner saya Bapak Irwan Subik (partner HP di PGC) mengenai konsep stand yang akan dibuat, soalnya terus terang karena sifatnya mendadak, budget utk itu hampir tidak ada dan seluruh peralatan spa dan salon di Jogja, tapi dengan segala keterbatasan saya dan team berusaha untuk menampilkan stand kami se-efisien mungkin. Dimulai dari membuat brosur (beruntung saya mempunyai studio photo sehingga untuk design ada yg mengerjakan), membuat background serta memikirkan konsep apa bisa ditampilkan.
Alhamdulillah dan tidak pernah saya sebelumnya kalau saya mendapatkan lokasi yang sangat strategis di main entrance, stand terdepan berseberangan dengan stand franchise dari Australia, Malaysia dan Singapore. Sehingga pengunjung yang memasuki areal pameran pasti akan melewati stand kami. Sengaja kami tidak terlalu mengubar brosur untuk orang yang lewat, kami hanya memberikan brosur untuk potensial customer.
Happy problem kata pak Roni, saya dan team sangat kewalahan serta kelelahan dalam menjelaskan mengenai konsep Franchise Salon dan Spa kami. Satu pergi datang satu lagi malah kadang-kadang kami dikeroyok beberapa potensial customer, sehingga saya sampai senyum-senyum sendiri melihat istri saya yang sedang hamil 5 bulan yang sebelum berangkat agak mengeluh kecapekan tapi selalu bersemangat untuk menawarkan konsep franchise sampai hari terakhir.
Dari pameran tersebut saya masih melihat kalau para pengunjung masih beranggapan kalau dengan ikut franchise berarti PASTI BERHASIL, dan merasa jika punya uang tinggal memberikan kepada franchisor, kemudian tinggal terima duitnya saja tanpa usaha. Kalau gitu sich saya juga mau, hehehehe. Memang ada sich beberapa franchisor yang menjalankan franchisenya fully operated by master franchise seperti beberapa minimarket terkenal. Tetapi jelas disitu juga ada faktor resiko jadi belum tentu juga 100% berhasil. Dan yang jelas harganya tentu lebih mahal.
Kalau konsep saya sich, kita sebagai franchisor memberikan pengetahuan tentang bisnis kepada franchisee sehingga mereka tidak perlu lagi memikirkan bagaimana cara memulai bisnis dan pengerjaannya. Jadi akan meminimalkan resiko dibandingkan kalau mereka belum punya pengetahuan tetapi sudah terjun kebisnis tersebut, tetapi yang pasti keberhasilan bisnis bukan hanya tergantung dari franchisor tetapi franchisee juga ikut andil didalamnya.
Alhamdulillah kami berhasil mendapatkan beberapa calon franchisee, hari ini seharusnya kami akan survey lokasi ke tiga tempat, tetapi baru bisa terlaksana satu didaerah Jakarta Barat. Insya Allah dari segi lokasi sudah sesuai dengan standar dan persyaratan kami :). Mohon doa teman-teman agar semua bisa berjalan sesuai dengan rencana,amin.
Wuih masih banyak PR yang harus dikerjakan karena masih ada beberapa tempat yang harus disurvey belum lagi harus memfollow-up beberapa potensial franchisee yang kelihatannya berminat. Tapi buat teman-teman yang lain jangan kuatir untuk wilayah di jawa tengah atau jawa timur serta diluar jawa kelihatannya kemarin belum ada tuch (maaf mod iklan dikit ya,hehehe) jadi masih bisa bergabung dengan kami :).
Sukses juga buat teman-teman TDA peserta franchise expo yang lain ditunggu small dan big winningnya.
Tks
Brgds
Imansyah Sutrisno
http://wulandarispa.blogspot.com
NB. Insya Allah saya dan partner (Bpk Irwan subik) besok akan membuka cabang kedua kios HP kami, lokasinya masih di Pusat Grosir Cililitan. Mohon doa restu teman-teman semua.
Monday, March 24, 2008
Grand Opening M2 CELLULAR
Pak Irwan Subik merupakan tetangga saya di Jatibening karena seringnya kami bertemu dan berdiskusi akhirnya dari diskusi tersebut kami memutuskan untuk membuka satu usaha baru di bidang HP. Kami berdua tidak mempunyai pengalaman tapi kami mempunyai teman-teman yang sudah berpengalaman dibidang tersebut, salah satunya adalah pasangan Pak Tris dan Bu Evie yang mempunyai 5 counter HP di Harapan Indah dan Bekasi Cyber Park. Sehingga banyak sekali transfer knowledge dari pasangan tersebut untuk kami sehingga bisa meminimalisir resiko yang akan kami hadapi dalam bisnis ini.
Itulah indahnya mempunyai teman-teman satu visi di Mastermind, mereka sangat membantu saya dalam mengembangkan bisnis yang sedang dijalankan. Biasanya apa pun permasalahan bisnis yang sedang saya hadapi, saya selalu curhat dengan mereka baik pada saat mastermind ataupun melalu conference di YM.
Mohon doa dari teman-teman agar bisnis kami dapat berjalan lancar dan sukses.
Tks
Brgds
Sunday, February 24, 2008
(Sharing) Oleh-oleh dari Jogja
Sedikit sharing oleh-oleh dari Jogja.
Seperti biasa akhir minggu setiap bulannya saya pulang ke Jogja untuk menggaji karyawan sekaligus mengontrol beberapa bisnis disana. Pulang kantor jam 18.30, saya langsung menuju ke Gambir dan tepat jam 20.00 kereta Argo Lawu berangkat ke Jogja. Sampai Jogja jam 03.30, sedikit molor dari jadwal jam 02.56 (yang tertera di tiket).
Tks
Brgds
Imansyah Sutrisno
http://wulandarispa.blogspot.com
Tuesday, February 12, 2008
Mastermind Bekasi II
Bermacam-macam ide bisnis yang bisa didapat dari MM ini, terlalu banyak malahan. Ihim yang punya banyak pengalaman tentang bisnis walaupun usianya masih muda dan hanya beliaulah satu-satunya yang full TDA di MM kami. Pasangan Bu Evie dan Pak Tris yang mempunyai 5 counter HP dan resto, Pak Ariev yang mempunyai banyak bisnis seperti peternakan, penggilingan padi, bakmi, warnet dan coming soon..tahu mekrok (bingungkhan apaan, tunggu aja dech tanggal mainnya) serta Pak Irwan yang mempunyai bisnis bengkel. Bapak yang satu ini boleh dibilang tempat kita curhat, beliau sangat wise sehingga sering memberikan advise yang sangat berguna khususnya bagi saya yang sering menggebu-gebu dalam berbisnis.
Semuanya di kelompok ini, mempunyai dream untuk mendapatkhan bisnis baru atau mengembangkan bisnis yang ada dan juga mendapatkan property (hot deal), yang semuanya tanpa biaya. Artinya kita berusaha untuk mempunyai property dan bisnis tanpa uang sendiri. Lihat saja gebrakan kelompok ini kedepannya mungkin malah bisa menggungguli founder TDA, amin.
Tuesday, January 22, 2008
Harapan Indah
Akhirnya kami berkumpul di Fitrie Celluler (moga-moga gak salah ketik nama toko ya Bu Evie), disana kami sempat berdiskusi mengenai bisnis HP. Memang pasangan suami istri ini sangat luar biasa, mau menunda kesenangan untuk berbisnis. Pak Tris dan Bu Evie mempunyai 3 outlet HP di Sentra Bisnis dan 2 Outlet HP lagi di Bekasi Cyber Park (bekas Hero), serta dalam waktu dekat akan membuka bisnis baru di bidang food and beverage di Medan berkolaborasi dengan saudaranya disana.
Setelah outlet cellulernya tutup, kami mulai diajak puter-puter keliling Harapan Indah (Harpin) sambil berdiskusi tentang kondisi bisnis di Harpin saat ini. Memang sepenglihatan saya, Harpin akan menjadi kota mandiri yang sangat prospek untuk bisnis. Disana sudah ada Alfa, Sport center, dan akan dibangun hotel bintang tiga. Serta kalau daerah ini berkembang bukan mustahil mall juga akan muncul disini soalnya masih banyak tanah kosong yang mungkin peruntukkannya untuk ruko. Dan bagi bisnis saya juga merupakan peluang bagus karena spa hanya satu disana, kalau tidak salah tempatnya di Sport Center dan jika orang ingin menikmatinya harus menjadi member dulu dengan biaya yang relatif mahal. Saya juga sempat bertanya mengenai populasi daerah ini pada Pak Arief, katanya sich rumah yang sudah dibangun di sana sudah cukup banyak mencapai ribuan unit ditambah lagi beberapa perumahan di sekitar Harapan Indah, betul-betul berprospek cerah.
Kami bahkan sempat melihat lokasinya salon Moz5, kepunyaan salah seorang founder TDA Ibu Yulia. Setelah berbincang-bincang hingga hampir jam 11 malam kami pun pamit pulang. Saya sempat susah tidur karena membayangkan prospek bisnis disana, yah saat ini memang saya sangat butuh referensi teman-teman untuk mengembangkan bisnis di Jakarta dan sekitarnya. Sebagai orang baru memang saya masih awam dengan kondisi Jakarta, beruntung saya mempunyai teman-teman di TDA khususnya MM TDA II Bekasi yang sangat mensupport saya dalam berbisnis. Setidaknya saat ini saya sudah punya satu alternatif lokasi lagi untuk "SS" Wulandari Salon and Daily Spa, semoga.
Monday, January 07, 2008
Just My Luck
Singkat cerita nasib baik si wanita pun tertukar dengan si pria, alhasil si pria menjadi orang yang selalu beruntung sedangkan si wanita menjadi buntung. Sehingga si wanita juga merasakan apa yang dirasakan oleh si pria tadi. Tetapi memang dasar si pria itu orangnya baik, ia pun membantu si wanita tanpa mengharapkan imbalan, mulai dari memberi makan sampai mencarikan pekerjaan untuk si wanita. Sedangkan si wanita berusaha agar keberuntungannya bisa kembali, akhirnya dia tahu kalau keberuntungannya tertukar dengan orang yang selama ini membantu dia. Pada akhirnya ia pun mendapatkan keberuntungannya kembali dan si pria juga tetap menjadi orangnya beruntung (lucky man).
Moral story dari film ini adalah kita tidak selalu beruntung dalam menjalankan hidup ini, kadang beruntung kadang buntung tapi itulah hidup yang seperti roda berputar. Ada kalanya diatas dan dibawah, ada untung dan rugi tidak selamanya kita selalu berhasil dan tidak selamanya kita selalu gagal. Intinya jangan menyerah dalam mengerjakan apapun. Dan kunci dalam meraih keberuntungan adalah berbagi terhadap sesama seperti sedekah atau pun menolong orang yang kesusahan serta berbuat kebaikan. Karena dengan berbuat kebaikan maka itulah tabungan kita yang akan kembali ke kita lagi.
Ingin menjadi beruntung, berbuatlah kebajikan setiap harinya :).
Brgds
Imansyah Sutrisno
081513012704
NB: Btw, kemarin saya sudah melihat ruko yang menjadi inceran saya cuma sayangnya hanya dapat discount 30 juta, padahal rukonya masih tanah kosong. Akhirnya saya mundurin penawaran soalnya kalau di booking sekarang dan masa pengerjaan setahun maka dalam satu tahun cash flow saya negatif. Moga-moga aja dapat ruko yang lebih baik dengan best deal tentunya :).
Monday, December 31, 2007
MALIBU SCHOOL OF PHOTOGRAPHY JOGJA
Penghasilan Jutaan perbulan
Bergabunglah bersama kami
Hanya dengan Rp. 1,500,000.00
Anda siap menjadi entrepreneur di bidang photography
Materi Pelatihan:
1. Pengenalan peralatan photgraphy
2. Pengenalan dasar photography
3. Lighting
4. Komposisi
5. Pelatihan Photoshop
Kelas Mulai:
- Tanggal 12 November 2007
- Tanggal 11 Februari 2008
- Tanggal 12 Mei 2008
Untuk para peserta yang mendaftar sebelum tanggal 20 Oktober 2007 dapatkan discount langsung Rp. 250,000.00
Info lebih lanjut, kontak:
Betry/ Try
Ruko Casagrande Kav. 24
Ringroad Utara Maguwoharjo Jogjakarta
Telp: (0274) 871025/Hp: 0815 1301 2704
Sunday, December 30, 2007
Tahun 2007, Tahun Penuh Berkah
Saya ingat diakhir tahun 2006, kami (saya dan istri) mendapatkan amanah dari Allah SWT. Kami mendapatkan seorang putri yang sangat cantik dan lucu. Mulai dari sanalah kami rasakan perjalanan hidup terasa lebih mudah. Banyak suka dan duka yang harus dilewati pada tahun ini, tapi dengan adanya si kecil "Kevyn" membuat kami tetap bersemangat.
Di tahun 2007 ini, banyak sekali berkah yang kami dapatkan. Mulai dari bisnis, pekerjaan dan prestasi lainnya yang didapatkan baik oleh saya atau pun dari istri.
Yach, kalau diingat ketika saya akan memasuki tahun 2007 dengan kondisi keuangan yang masih carut marut, efek dari penipuan yang masih saya rasakan diakhir tahun 2006. Alhamdulillah, di tahun 2007 ALLAH SWT telah mengganti apa yang telah diambil dari kami.
Sedekah dan keikhlasan itulah kunci yang saya rasakan sebagai penolong kehidupan kami. Bermula ketika saya mendengar tausiah ustad Yusuf Mansur mengenai sedekah, yang saya anggap sebagai titik balik kebangkitan kami. Sampai saat ini pun tausiah tentang sedekah tetap saya putar terus di mobil saya ketika saya bepergian untuk terus mengingatkan saya akan dahsyatnya sedekah.
Semoga ditahun 2008, ALLAH SWT lebih banyak lagi memberikan hidayah dan berkah-NYA kepada kami sekeluarga, amin.
Thursday, December 06, 2007
Review Resolusi 2007
Sekilas mengenang tahun 2007, pada tahun 2006 akhir setelah kelahiran putri pertama kami "Kevyn Sabina Pasyah" saya mulai membuat resolusi untuk tahun 2007. Saya tuliskan raihan apa yang ingin saya capai tahun 2007. Saya tulis dikertas putih, ternyata ada 5 hal yang sangat saya inginkan di tahun 2007. Kertas yang berisi tulisan itu saya tempelkhan di kamar kos saya (ketika itu saya masih kos di daerah setiabudi, sedangkan istri dan anak saya di Jogja). Kadang-kadang teman saya yang main ke kamar saya suka senyum-senyum sendiri membaca resolusi saya. Saya selalu membaca tulisan itu ketika akan dan bangun tidur.
Pada saat saya pindahan rumah dari kos ke rumah sendiri di Jatibening, kertas tersebut saya lipat dan saya simpan di tas. Beberapa minggu yang lalu saya temukan kembali dan saya baca ulang Resolusi saya di tahun 2007.
Ternyata LOA bekerja, alhamdulillah Puji Syukur kehadirat Allah SWT, 4 (empat) dari 5 (lima) resolusi saya tahun ini tercapai. Yang satu lagi bukan tidak tercapai tetapi ternyata mobil yang ingin saya beli tahun 2007 sudah tidak diproduksi lagi, mau beli yang second gak biasa. Bukannya sombong tapi saya gak ngerti mesin mobil jadi takut kecewa. Lagian setelah dipikir-pikir mobil saya yang sekarang masih cukup mumpuni untuk mengantarkan saya dan keluarga jalan-jalan, bagusankhan uangnya untuk nambah investasi :).
Saya pun gak menyangka hasil sangat luar biasa. Setelah saya ceritakan tentang hal itu kepada istri, besoknya istri saya langsung membuat daftar Resolusinya untuk tahun 2008, dan di tempel di kaca rias. Saya yang baca cuma senyum-senyum aja.
Saat ini saya lagi menyusun Resolusi 2008, sudah ada beberapa target lagi yang ingin saya capai tahun 2008, dan saya sudah bilang ke istri kalau kertas yang berisi Resolusi 2008 milik saya diletakkan di kaca gede dikamar kami sehingga pada saat saya bersiap kekantor dapat membaca dengan jelas Resolusi tersebut.
Ketika pertama kali menonton "The Secret", disana juga di jelaskan ketika seseorang punya dream yang ingin dicapai sebaiknya dream/target itu dituliskhan. Tulisan itulah yang terus akan mengingatkan kita agar kita tidak pernah lelah dalam mengejar mimpi.
Saya telah menuliskan Resolusi 2008, bagaimana dengan anda?
Tuesday, November 20, 2007
Sharing tentang pembukaan Apotek
+++
Dear Ibu Dewi,
mohon maaf saya agak telat menjawab e-mail Ibu karena Jumat kemarin saya tidak masuk kantor.
Selamat ya Bu, sebentar lagi ibu akan menjadi salah seorang pengusaha yang bergerak di bidang pengobatan.
Ok Bu, saya akan mencoba menjawab pertanyaan ibu..
Sebetulnya yang terpenting di bisnis Apotek itu adalah apotekernya, kenapa? Soalnya Apotekerlah penggerak dari bisnis ibu itu, maju mundurnya Apotek tergantung dari Apotekernya. Mau mendirikan apotek saja yang harus banyak bergerak apoteker, mulai dari pendaftaran sampai presentasi. Pengalaman saya pada saat pendirian apotek, saya harus gonta-ganti apoteker. Hal ini di sebabkan karena apoteker yang saya rekruit ternyata tidak sanggup menghadapi tantangan pada saat pengajuan ijin apotek. Ini dikarenakan adanya persaingan yang kurang sehat sehingga ada indikasi penjegalan ijin apotek saya. Tapi Alhamdulillah setelah berulang kali ganti apoteker, saya mendapatkan apoteker yang ternyata tahan banting dan akhirnya ijin apotek berhasil didapatkan.
Setelah apoteker, ada baiknya ibu membuka klinik/praktek dokter bersama, karena terus terang tanpa adanya praktek dokter bersama maka agak susah buat apotek ibu untuk bertahan ditengah persaingan apotek lain. Kalau bisa malahan dapat dokter yang sudah terkenal di daerah ibu, saya jamin 100% apotek ibu akan ramai. Karena dokter itu cocok2an, biasanya kalau orang sudah cocok dengan dokter tersebut ia akan mencari dokter itu kemana pun dokter tersebut praktek.
Yang penting lagi kelengkapan obat, masalah kelengkapan obat mungkin ibu bisa diskusi dengan apoteker ibu, kira2 mau stok obat apa saja. Dan biasanya pedagang besar farmasi (PBF) bertebaran di kota-kota besar, jadi jangan takut masalah distribusi dan ketersediaaan obat. Alangkah baiknya kalau ibu bisa berkolaborasi dengan apotek2 disekitar ibu, jadi kalau beli obat bisa barengan sehingga harganya pun relatif lebih murah.
Selain itu ada baiknya apotek ibu juga menyediakan layanan seperti mini market, ibu bisa mencontoh century dan guardian (apotek saya mencotoh kedua apotek ini), jadi tersedia berbagai macam barang kebutuhan sehari2 disamping suplemen dan vitamin. malah kadang2 penjualan barang2 harian porsinya lebih besar loh bu dibandingkan penjualan obat resep.
Ibu bisa juga menambah value added apotek ibu dengan layanan 24Jam dan layanan antar jemput resep, seperti salah satu franchise apotek. Cuma ada tambahan persyaratan untuk apotek 24 Jam yaitu harus mempunyai 2 orang apotek.
Mengenai pertanyaan ibu, apakah sebaiknya mengambil franchise apotek, saran saya (ini pendapat saya loh bu), sebaiknya jangan. Kenapa? Soalnya modal awal untuk menjadi franchisee apotek tersebut lumayan besar, modal awal itu lebih baik untuk tambahan modal ibu untuk stok obat atau mempercantik gerai apotek ibu. Selain itu, keuntungan obat boleh dikatakan tidak terlalu besar, jadi memang bermain dalam volume.
Apabila ada yaqng ditanyakan bisa e-mail saya kembali atau telp.
Tks
Brgds
Imansyah Sutrisno
081513012704
Dewi <desurti@centrin.net.id> wrote:
Dear pak Iman,Dalam waktu dekat ini, saya ingin mendirikan apotek.Dan karena lokasi yang ada di sekitar tempat tinggal kami, sudah cukup banyak apotek, kami mulai mempertimbangkan untukberinvestasi di franchise apotek, dengan asumsi 'merek' dan supportdari franchisor.Jika melihat pengalaman bapak, mohon sharingnya mengenai franchise apotek ini. Terutama apotek K-24 yang pusatnya di Jogja.Terima kasih sebelumnyaRegardsDewi S
Tuesday, October 02, 2007
Hati-hati dengan karyawan anda
Hari sabtu kemarin saya pulang ke Jogja dalam rangka kegiatan rutin bulanan untuk mencek bisnis disana dan sekaligus memberikan gaji+ THR untuk karyawan. Pada saat pengecekan pembukuan dibagian keuangan ternyata menurut bagian keuangan ada pembayaran dan dp dari customer yang belum disetorkan oleh salah seorang marketing kami. Dan marketing tersebut sudah 3 hari tidak masuk kantor. Karena uang itu akan dipakai untuk pembayaran gaji dan tagihan saya segera menghubungi marketing tersebut. SMS dan telephone dari saya tidak diangkat, sampai saya sms dengan nada agak keras barulah telephone saya diangkat, ia mengatakan sedang berada di daerah wonosari (sekitar 60km dari Jogja) dan kemungkinan tidak bisa datang menemui saya hari itu. Tapi karena saya mendesak karena lap top yang dia pakai akan saya bawa kembali ke Jakarta untuk bisnis on line istri saya maka dia berusaha menyanggupi untuk bertemu saya pada malam hari. Di pembicaraan telephone dia tidak mengakui kalau uang dp dari beberapa customer sudah ia serahkan ke bagian keuangan. Oleh karena itu saya cross check dengan bagian keuangan ternyata dari sana ketahuan ia berbohong. Untuk menyelesaikan masalah maka kemarin seluruh karyawan malibu Jogja setelah sholat tarawih saya kumpulkan di kantor. Ternyata tunggu punya tunggu marketing tersebut tidak datang juga. Setelah lewat jam 9 saya kembali kontak dia dan dikatakan kalau dia gak bisa bawa lap top karena sudah kemalaman. Tapi saya tetap berkeras jam berapa pun dia datang saya akan terima dirumah yang penting dia bawa laptop karena saya mau bawa laptop tersebut pagi ke Jakarta. Akhirnya dia mengatakan akan datang selepas subuh.
Besoknya jam 6.00, karyawan tersebut datang dengan membawa sebagian uang. Ternyata setelah diintrograsi dengan bantuan orang tua saya (maklum orang tua saya pensiunan perwira tinggi polisi), denagn jawaban yang berbelit-belit dan tidak konsisten maka diketahui kalau sebagian besar uang tersebut sudah dipakai dan lap top yang saya sudah dipinjamkan untuk presentasi sudah digadaikan. Susah rasanya untuk tidak marah dan emosi, akhirnya karyawan saya tersebut di pecat dan membuat surat pernyataan yang akan mengganti uang serta laptop yang digelapkan, dengan jaminan sepeda motor+stnk (BPKP masih ketinggalan dirumah). Biar pun harga sepeda motor dibawah lap top dan uang yang digelapkan saya masih berbaik sangka terhadap dia, untuk dapat menyelesaikan kewajibannya terhadap perusahaan.
Belajar dari kebohongan karyawan saya itu maka saya menyuruh staff keuangan untuk segera menelpon customer yang sudah memberikan dp, ternyata kekhawatiran saya terbukti, marketing tersebut memalsukan laporan sehingga dp yang dia laporkan hanya 1/2 dari dp-dp yang telah dibayarkan customer.
Dari sini saya mendapat belajar banyak, harus ada cek and ricek baik itu antara staff dilapangan dan bagian keuangan, mau pun bagian lainnya. Karena selama ini adik saya sebagai manager tidak pernah melakukan pengecekan karena terlalu percaya omongan marketing tersebut. Untuk perusahaan kecil, memang ada baiknya barang-barang berharga setelah dipakai segera dikembalikan ke kantor, sebenarnya peraturan itu telah saya terapkan tetapi karena penanggung jawab disana (adik saya) sudah percaya jadi hal itu bisa dilanggar. Oleh karena itu ada baiknya koordinasi antara pemegang kebijakan harus lebih ditingkatkan sehingga tidak terjadi kebijakan yang bertolak belakang. Biasanya para karyawan akan mengikuti kebijakan yang menurut mereka lebih menguntungkan.
Semoga kita lebih berhati-hati.
Monday, September 10, 2007
Mohon Maaf Lahir dan Bathin
Dua hari lagi kita akan memasuki bulan yang penuh berkah, saya dan keluarga mengucapkan Mohon Maaf Lahir dan Bathin atas semua kesalahan yang dilakukan baik disengaja maupun tidak sengaja, serta selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan. Semoga amal ibadah kita diterima oleh ALLAH SWT,amin.
Tks
Brgds

